KOTA PALANGKA RAYA

Pemkot Palangka Raya Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Klik PLAY untuk Mendengarkan Berita
Getting your Trinity Audio player ready...

PALANGKA RAYA SEMAKIN KEREN – Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pemerintah Kota ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam melindungi kelompok rentan dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi.

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi perempuan, lembaga perlindungan anak, serta perwakilan komunitas yang peduli terhadap isu perlindungan perempuan dan anak. Kehadiran multipihak ini menunjukkan bahwa pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama.

Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menjadi leading sector dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Sosialisasi digelar dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran.

Narasumber yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan materi komprehensif tentang jenis-jenis kekerasan terhadap perempuan dan anak, dampak yang ditimbulkan, mekanisme pelaporan, serta sistem perlindungan yang tersedia. Peserta juga diberikan pemahaman tentang peraturan perundang-undangan yang melindungi hak-hak perempuan dan anak.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah kejahatan serius yang harus kita cegah dan tangani bersama. Setiap orang memiliki peran dalam melindungi perempuan dan anak di lingkungan sekitarnya. Jangan biarkan kekerasan terjadi di depan mata kita tanpa tindakan,” tegas narasumber dalam paparannya.

Materi sosialisasi juga mencakup pentingnya pengasuhan positif, komunikasi efektif dalam keluarga, serta cara mengenali tanda-tanda kekerasan pada anak. Orang tua dan pendidik diberikan pemahaman tentang metode pendidikan non-kekerasan yang dapat diterapkan untuk membentuk karakter anak tanpa harus menggunakan kekerasan fisik maupun verbal.

Pemerintah kota juga mengenalkan layanan-layanan perlindungan yang tersedia bagi korban kekerasan, termasuk layanan pengaduan, konseling psikologis, pendampingan hukum, rumah aman (shelter), serta rehabilitasi sosial. Semua layanan ini dapat diakses secara gratis dan rahasia untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang optimal.

“Kami telah menyiapkan berbagai layanan perlindungan bagi korban kekerasan. Ada hotline pengaduan yang bisa dihubungi 24 jam, ada pendamping yang siap membantu proses hukum, ada psikolog yang memberikan konseling, dan ada rumah aman bagi korban yang membutuhkan tempat perlindungan sementara,” jelas perwakilan DP3A.

Tokoh agama yang hadir dalam acara ini juga memberikan perspektif keagamaan tentang pentingnya menghormati dan melindungi perempuan dan anak. Mereka menegaskan bahwa semua agama mengajarkan kasih sayang, perlindungan, dan penghargaan terhadap setiap individu, termasuk kelompok yang rentan.

Peserta sosialisasi menunjukkan antusiasme tinggi dan aktif bertanya tentang berbagai aspek perlindungan perempuan dan anak. Banyak yang menyampaikan komitmen untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menyebarkan informasi yang telah diperoleh serta mengawasi kondisi di sekitar mereka.

Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa secara berkala di berbagai kelurahan dan kecamatan. Sosialisasi masif ini penting untuk memastikan pesan pencegahan kekerasan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari tingkat RT/RW hingga ke institusi pendidikan dan tempat kerja.

Selain sosialisasi, pemerintah kota juga akan memperkuat sistem pencegahan melalui pembentukan Forum Anak di setiap kelurahan, pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan tentang sekolah ramah anak, serta kampanye publik melalui media massa dan media sosial untuk terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya perlindungan perempuan dan anak.

Dengan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kota Palangka Raya semakin sadar akan pentingnya melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan. Pencegahan yang efektif membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak, mulai dari keluarga, lingkungan, institusi pendidikan, tempat kerja, hingga penegak hukum, untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi perempuan dan anak.

Sumber: Kominfoplk

Tampilkan lebih banyak
Back to top button
error: Konten ini dilindungi hak cipta Media Online PALANGKARAYA SEMAKIN KEREN!!